Indonesia online casino_Indonesian Sports_Baccarat fixed play_Macau Baccarat Website

  • 时间:
  • 浏览:0

KetikBaccarat oddsa bicara soaBaccarat oddsBaccarat oddsl perbedaan karakter, mungkin ada banyak hal yang tak kamu suka darinya dan dan sebaliknya. Misalnya dia tak suka dengan sikap posesifmu, dan ada beberapa kata-katanya yang menyinggungmu. Saat hal ini terjadi, ungkapkan saja tak perlu dipendam. Perlu juga membuat batasan-batasan yang jelas, supaya tidak ada yang melangggar.

Sebenarnya masuk akal saja bila kita bicara soal perbedaan karakter. Anak pertama adalah si sulung yang cenderung mandiri dan tegas. Sementara anak ketiga biasanya punya karakter yang lebih manja dan kolokan. Perbedaan karakter yang besar ini membuat halangan dalam menjalani hubungan lebih tinggi. Apalagi kalau keduanya sama-sama sulit berkompromi. Tapi bukan berarti nggak bisa diatasi kok. Berikut Hipwee Hubungan berikan sedikit penangkal untuk “kutukan” beda karakter ini.

Pokoknya kalau mau A harus A! Nggak bisa yang lain! Yah, selama sikap masih seperti ini, sebaiknya singkirkan dulu niat menikah untuk nanti-nanti karena kamu belum siap sama sekali. Meski bukan anak pertama dengan anak ketiga, sifat seperti ini bisa jadi pintu prahara. Sebab pernikahan adalah soal kompromi. Ego yang keras dan tinggi harus diturunkan sedikit, supaya bisa jalan beriringan dengan orang lain.

Banyak yang berpikir bahwa setelah punya pasangan, apalagi menikah, semua hal harus dilakukan berdua. Semua kegiatan harus melibatkan berdua. Namun me-time adalah sebuah kebutuhan dalam hubungan, terutama yang punya perbedaan karakter besar. Bukannya bahagia tanpa pasangan, tetapi terkadang diri butuh dibahagiakan dengan cara sendiri. Lagipula, dengan melakukan me-time, pasangan punya kesempatan untuk saling merindukan. Ya ‘kan?

Kamu suka weekend dengan bermalas-malasan di rumah, nonton TV, atau baca buku dan bersantai. Sementara dia senang berakhir pekan dengan olahraga. Tak ada salahnya dong sesekali kamu ikut berolahraga dengannya untuk mencari keringat tipis-tipis? Biar kamu tahu kenapa dia suka melakukan itu. Sebaliknya, sesekali jadwalkan akhir pekan dengan bersantai di rumah. Pesan pizza dan nonton Netflix sambil bercengkerama. Terdengar seru bukan?

Perbedaan yang besar membuat lelah dan terkadang marah, itu wajar. Apalagi jika sedang berada di momen paling “selek”, rasanya semua yang dia bilang tak ada benarnya dan yang kamu lakukan pun keliru semua. Rasa ingin menyerah mungkin akan terlintas. Namun ingat kembali tujuan dari hubungan ini apa. Ingat bahwa masalah itu pasti ada, dengan siapa pun kamu menjalani hubungan. Ingat kompromi, dan ingat untuk instrospeksi. Bersama ini, kalian sama-sama dalam proses pendewasaan diri, yang memang tak pernah berhenti.

Jadi, percaya kah kamu bahwa anak pertama dan anak ketiga tidak boleh menikah?

Bukankah meski menjalin hubungan, jarak ini harus tetap ada supaya bisa saling berdiri dan menatap satu sama lain? Dengan terbiasa mengomunikasikan apa yang disuka dan tidak disuka, justru akan membuat pasangan semakin mudah saling memahami.  Kalau sudah saling memahami, problematika apa lagi sih yang tak bisa dihadapi?